Keadilan Khalifah umar bin khattab
dalam pembagian minyak wangi
Khalifah Umar bin Khattab dan pembagian minyak wangi Umar Bin
Khattab terkenal sebagai khalifah yang sangat adil, termasuk dalam membagi
sesuatu. Bahkan, dia pun sangat hati-hati saat membagi barang kepada kaum
muslimin, karena khawatir jika hasil pembagian itu tidak merata. Sikap
kehati-hatian itu tidak hanya dia terapkan pada pribadinya. Keluarganya pun
harus menerapkan sikap hati-hati itu.
Pernah suatu kali, Khalifah Umar mendapat kiriman dari
Bahrain berupa minyak wangi. Umar pun akan membagi-bagikan kiriman itu kepada
para muslimin. Tetapi, Umar tidak berani membagi sendiri minyak wangi tersebut.
Dia kemudian bertanya siapa yang bersedia melakukan pembagian itu. "Siapakah yang dapat
menakar minyak wangi itu sehingga rata dan membaginya secara adil di antara
orang-orang Muslim?" tanya Umar. " Biarlah saya yang membagi minyak itu. Akan saya lakukan sebaik mungkin.
" Jawaban itu keluar dari mulut istri Umar sendiri, Atikah. Mendengar
jawaban dari istrinya, Umar kemudian terdiam tanpa memberikan persetujuan sama
sekali. "Siapakah
yang dapat menakar dengan sebaik-baiknya supaya pembagian dapat saya lakukan
segera?" tanya Umar lagi. Jawaban yang muncul lagi-lagi berasal
dari Atikah, "Saya telah bersedia." Umar kemudian menanggapi jawaban
istrinya. "Tentu
saja kau bersedia, karena sambil menakar, tanganmu akan menjadi harus terkena
minyak wangi. Lalu, kau akan mengusapkan ke mukamu untuk menikmati wanginya.
Tapi, kelebihan itu tidak dapat saya berikan kepadamu, sedangkan orang lain
tidak mempunyai kesempatan untuk menikmati harumnya minyak wangi itu,"
kata Umar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar