Senin, 14 Oktober 2013

Keadilan Khalifah umar bin khattab dalam pembagian minyak wangi



Keadilan Khalifah umar bin khattab dalam pembagian minyak wangi
Khalifah Umar bin Khattab dan pembagian minyak wangi Umar Bin Khattab terkenal sebagai khalifah yang sangat adil, termasuk dalam membagi sesuatu. Bahkan, dia pun sangat hati-hati saat membagi barang kepada kaum muslimin, karena khawatir jika hasil pembagian itu tidak merata. Sikap kehati-hatian itu tidak hanya dia terapkan pada pribadinya. Keluarganya pun harus menerapkan sikap hati-hati itu.
Pernah suatu kali, Khalifah Umar mendapat kiriman dari Bahrain berupa minyak wangi. Umar pun akan membagi-bagikan kiriman itu kepada para muslimin. Tetapi, Umar tidak berani membagi sendiri minyak wangi tersebut. Dia kemudian bertanya siapa yang bersedia melakukan pembagian itu. "Siapakah yang dapat menakar minyak wangi itu sehingga rata dan membaginya secara adil di antara orang-orang Muslim?" tanya Umar. " Biarlah saya yang membagi minyak itu. Akan saya lakukan sebaik mungkin. " Jawaban itu keluar dari mulut istri Umar sendiri, Atikah. Mendengar jawaban dari istrinya, Umar kemudian terdiam tanpa memberikan persetujuan sama sekali. "Siapakah yang dapat menakar dengan sebaik-baiknya supaya pembagian dapat saya lakukan segera?" tanya Umar lagi. Jawaban yang muncul lagi-lagi berasal dari Atikah, "Saya telah bersedia." Umar kemudian menanggapi jawaban istrinya. "Tentu saja kau bersedia, karena sambil menakar, tanganmu akan menjadi harus terkena minyak wangi. Lalu, kau akan mengusapkan ke mukamu untuk menikmati wanginya. Tapi, kelebihan itu tidak dapat saya berikan kepadamu, sedangkan orang lain tidak mempunyai kesempatan untuk menikmati harumnya minyak wangi itu," kata Umar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar