Ketegasan Umar bin
khattab yang akhirnya tidak memberi hukuman kepada pemabuk
Umar bin Khattab terkenal tegas dalam menjalankan tugas
sebagai Khalifah. Hal itu semata-mata dia lakukan karena kezuhudannya. Umar pun
tidak pernah memberikan toleransi bagi orang yang melanggar syariah. Jika dia
mendapati ada orang yang melakukan pelanggaran, dia langsung memberi hukuman
begitu berat. Namun demikian, karena ketegasannya itu juga dia mendapat
teguran. Ini karena dia terlalu fokus menjalankan tugas dan melupakan cara dia
dalam memberi hukuman. Suatu malam, Umar berjalan di Madinah.
Ketika berada pada tempat tertentu, Umar mendengar ada suara
laki-laki dan perempuan yang sedang mabuk. Hal itu membuatnya penasaran dan
ingin menghukum mereka. Umar pun akhirnya menaiki dinding untuk melihat kedua
pemabuk itu. Tindakan Umar diketahui si pemabuk. Dia kemudian menegur Umar, "Wahai Amirul Mukminin, aku telah bermaksiat kepada
Allah dalam satu perkara yaitu meminum khamr. Tetapi engkau pada tiga perkara,
yaitu Allah berfirman, 'Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain,'
(QS Al Hujurat: 12). Pemabuk itu melanjutkan, "Sedangkan engkau telah
memata-matai. Dan Allah berfirman, 'Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-
pintunya,' (QS AL Baqarah: 189 ). Sedangkan engkau menaiki dinding dan kau pun
bertamu melalui jalan dinding. Allah berfirman, 'Hai orang- orang yang beriman,
janganlan kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan
memberi salam kepada penghuninya,' (QS An Nur: 27). Sedangkan engkau tidak
melakukan hal itu," kata dia. Kemudian Umar berkata, "Apakah engkau memiliki suatu kebaikan jika aku
memaafkanmu." Si pemabuk kemudian menjawab, "Iya, demi Allah aku tak akan kembali. Pergilah, sungguh, aku telah memaafkanmu."
Akhirnya Umar kemudian pergi dan tidak jadi menghukum si pemabuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar