Pertempuran khaibah dan strategi ali bin abi thalib memimpin perang
Pertempuran
Khaibar merupakan salah satu pertempuran yang paling sengit terjadi sepanjang
sejarah penyebaran Islam. Dalam pertempuran ini, Umat Islam yang dipimpin
langsung oleh Rasulullah Muhammad SAW menghadapi musuh sangat kuat yaitu Yahudi
dari Bani Nadhir. Kelompok Yahudi kala itu berlindung di benteng yang terletak
di Khaibar, 150 KM dari kota Madinah.
Khaibar
merupakan dataran subur karena terkenal sebagai sumber mata air di tengah gurun
pasir. Benteng ini dibangun dengan sistem pertahanan yang berlapis-lapis. Hal
itu membuat setiap lawan akan kewalahan untuk menggempur perlindungan yang
dibuat kelompok Yahudi itu. Bahkan, pasukan Romawi yang terkenal kuat pun tak
sanggup meruntuhkan benteng Khaibar. Hal serupa juga dialami Umat Islam.
Rasulullah bahkan sampai mengganti komandan pasukan sebanyak tiga kali karena
susahnya menembus sistem pertahanan benteng Khaibar. Komandan pertama yang
ditunjuk oleh Rasulullah adalah Abu Bakar As Shiddik.
Abu Bakar
kemudian mencoba langsung melakukan penggempuran, tetapi gagal. Sehingga
Rasulullah harus mengganti Abu Bakar dengan Umar bin Khattab. Harapan sempat
tertambat pada Umar. Tetapi, lagi- lagi kegagalan yang diraih. Umar tidak
sanggup mendobrak pertahanan kelompok Yahudi. Akhirnya, Rasulullah menunjuk Ali
bin Abi Thalib untuk memimpin pasukan.
Di tangan Ali
lah ternyata benteng yang berlapis-lapis itu dapat dikuasai. Strategi yang
dipakai Ali adalah semaksimal mungkin menyerang benteng pada bagian gerbang.
Dia tidak mau mengambil resiko untuk menggempur keliling benteng, karena
ancaman yang dihadapi sangat jelas. Strategi itu pun berhasil. Ali menguasai
pintu gerbang dan menjadikannya sebagai tameng untuk maju. Ali beserta
pasukannya pun mencoba untuk terus maju menembus lapis demi lapis benteng
Khaibar. Semua benteng dapat dikuasai Ali, tetapi hanya satu lapis yang belum
ditaklukkan, yakni Benteng Zubair. Di benteng inilah para pasukan Yahudi
berlindung dan mengadakan perlawanan secara besar-besaran hingga membuat
pasukan Muslim kewalahan. Keputusan kemudian diambil. yaitu mengepung benteng
Zubair. Berkali-kali kelompok Yahudi diminta untuk berperang secara terbuka
oleh Umat Islam, mereka tetap saja memilih bertahan. Menghadapi situasi seperti
itu, akhirnya tentara Umat Islam menghambat saluran air yang menuju ke dalam
benteng. Cara itu ternyata terbukti efektif untuk memaksa kelompok Yahudi
keluar benteng dan berperang secara terbuka. Peperangan pun terjadi dan
kelompok Yahudi pun kalah. Mereka kemudian menyerahkan sepenuhnya Benteng
Khaibar kepada Umat Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar